SELAMAT DATANG DI BLOG RUDY COBRA SEMOGA SUKSES MENYERTAIMU

Minggu, 29 Juni 2014

kewirausahaan 1


A.    Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan (Inggris: Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Secara Etimologi Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha .Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.

B.     Sejarah kewirausahaan

Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer.[] Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil.Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan.DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. ejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

C.    Ciri-ciri dan Sifat kewirausahaan

Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
·               Percaya diri
·               Berorientasikan tugas dan hasil
·               Berani mengambil risiko
·               Kepemimpinan
·               Keorisinilan
·               Berorientasi ke masa depan
·               Jujur dan tekun
Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:
·               Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
·               Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
·               Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
·               Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
·               Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
·               Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
·               Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.



D.    Tahap-tahap kewirausahaan

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:
a)            Tahap memulai
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’.Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.

b)      Tahap melaksanakan usaha

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.

c)      Tahap mempertahankan usaha

Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
d)     Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

E.     Sikap wirausaha

Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:
  • Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi.[] Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya.[] Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya.[] Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan.[] Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan.[] Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut.[] Wirausahawan harus taat azas.[] Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan.[] Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja. 
  • Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.[] Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan).[] Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya.
            Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.  
  • Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan.Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.[]Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan. 
  • Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
  • Mandiri
Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.
  • Realistis
Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya.Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya.Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.

F.     Faktor Kegagalan Dalam Wirausaha

Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:
  • Tidak kompeten dalam manajerial.Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
  • Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
  • Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
  • Gagal dalam perencanaan.Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
  • Lokasi yang kurang memadai.Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
  • Kurangnya pengawasan peralatan.Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
  • Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
  • Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.
G.    Fasktor  yang menjadi penghambat perkembangan kewirausahaan di Indonesia,
Beberapa hal yang menjadi penghambat perkembangan kewirausahaan di Indonesia, karena ada anggapan untuk melakukan wirausaha diperlukan :

1. Modal
Masyarakat kita menganggap bahwa modal itu hanya berupa finansial dan harus disediakan dalam jumlah tertentu, bilamana tidak maka kita tidak dapat memulai wirausaha. Padalah modal dapat berupa ketrampilan, pengetahuan teknis dan jaringan kerja, dimana pada ahirnya dapat mendatangkan modal finansial. Memang betul bahwa suatu kegiatan apapun harus menggunakan uang. Karena dengan uang kita dapat melakukan mobilisasi sumber daya untuk menciptakan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat atau konsumen.
Dengan demikian suatu kegiatan kewirausahaan membutuhkan modal berupa uang. Banyak pemilik uang yang tidak dapat mengembangkan uang miliknya. Keinginan pemilik uang adalah agar uang yang dimiliki berkembang. Namun banyak pemilik uang tidak memiliki kemampuan mengembangkan uang miliknya. Pemilik uang biasanya mencari jalan agar uang miliknya berkembang melalui suatu bidang usaha yang dianggap fisibel. Suatu bidang yang dianggap fisibel biasanya dimiliki oleh seorang wirausahawan yang biasanya memiliki kreativitas dalam menghadapi suatu persoalan, dan menjadikannya suatu peluang usaha. Dengan demikian seorang wirausahawan dapat berparner dengan pemilik modal. Dimana masing-masing menggunakan perannya dan saling menguntungkan.
2. Keturunan

      Seorang sering mengatakan bahwa saya tidak dapat menjadi wirausahawan karena bukan seorang keturunan wirausahawan. Pernyataan tersebut sebenarnya dia membatasi diri untuk berkembang. Wirausahawan tidak melihat seseorang berasal dari mana, turunan siapa dan suku tertentu, yang ada adalah lingkungan yang membentuk dirinya. Dari lingkungan seseorang belajar dan memahami apa yang dilihat dan dirasakan.

      Bila seseorang dengan lingkunganya adalah lingkungan para wirausahawan maka ia akan cenderung bertindak dan berpikir wirausaha. Bila seseorang dengan lingkungan akademisi makaia akan bertindak dan berfikir secara akademisi. Bila seseorang dengan lingkungan pekerja maka ia akan cenderung bertindak dan berpikir secara pekerja. Seseorang bisa melakukan mutasi dari lingkungan ia berada. Seseorang dari lingkungan pekerja, ia bisa bermutasi menjadi seorang wirausahawan bila ia berkehendak dan merubah lingkungan dimana ia berada.
3. Status Sosial Rendah
      Wirausahawan kurang mendapat penghormatan dalam masyarakat. Apalagi untuk wirausahawan yang relatif masih kecil. Masyarakat kita lebih memberikan penghormatan kepada kaum pekerja yang memiliki jabatan tertentu. Masyarakat kita sangat menghargai orang yang bekerja kantoran. Seorang wirausahawan yang usahanya masih kecil sering disebut penganguran atau orang yang tidak punya pekerjaan.
4. Pendidikan
      Pendidikan juga menghambat berkembangnya kewirausahaan. Bagi yang berpendidikan
rendah mengatakan bahwa mana mungkin saya bisa melakukan wirausaha karena pendidikan
saya rendah. Sebaliknya orang yang berpendidikan tinggi juga mengatakan, pendidikan saya tinggi, saya harus segera berpenghasilan tinggi, mengapa saya harus melakukan kewirausahaan yang belum pasti hasilnya.
Kewirausahaan tidak mengenal pendidikan. Yang ada adalah kemampuan membaca peluang
usaha, kerja keras, tekun dan cerdik. Dengan kemampuan membaca peluang usaha, kerja keras,tekun dan cerdik, seorang wirausaha akan sukses.
5. Gender
      Saat ini banyak wirausahawan yang berasal dari wanita, bukan mutlak pria. Pembatasan gender hanya ada dalam kodrat sebagai manusia. Dalam berwirausaha tidak ada perbedaan
gender.
6. Kesehatan/Kelengkapan Fisik
      Kesehatan/kelengkapan fisik adalah karunia Illahi. Tetapi tidak semua orang mempunyai kesehatan dan kelengkapan fisik bukan berarti tidak bisa melakukan sesuatu apapun. Banyak usaha yang dijalankan dengan kursi roda.
Segudang prestasi didapatkan melalui belajar dan bekerja keras yang didorong oleh motivasi diri yang kuat untuk meraih sukses sejak masa remaja. Bahkan, disebutkan bahwa kunci sukses keluar dari kesulitan dan dapat memberikan pengetahuan yang lebih dalam meraih keberhasilan usaha.

H.    Keuntungan dan Kelemahan menjadi Wirausahawan

Keuntungan menjadi wirausaha adalah:
1.      Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensi seseorang secara penuh
2.      Terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri
3.      Terbuka peluang untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan secara maksimal
4.      Terbuka kesempatan untuk menjadi bos
5.      Terbuka peluang membantu masyarakat dengan usaha-usaha yang konkrit.

Sedangkan kelemahannya antara lain:
1.      Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai resiko. Jika resiko ini telah diantisipasi dengan baik, maka berarti wirausaha telah menggeser resiko tersebut.
2.      Bekerja keras dan waktu/jam kerjanya panjang
3.      Kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil, sebab dia harus berhemat.
4.      Tanggung jawabnya sangat besar, banyak keputusan yang harus dia buat walaupun dia kurang menguasai permasalahan yang dihadapinya.
Jangan mengendurkan diri melihat kelemahan wirausaha, justru hal tersebut dijadikan sesuatu untuk memacu keberhasilan anda.

I.        Kreativitas Dalam Wirausaha

Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif.   Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara  riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemampuan untuk  mencari peluang (opportunity), keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide. Kemauan dan kemampuan - kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk :
a.Melakukan proses/ teknik baru (the new technik)
b.Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service),
c.Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added),
d.Merintis usaha baru (new businesess), yang mengacu pada pasar
e.Mengembangkan organisasi baru (the new organisaton).
Dalam berwirausaha terdapat persaingan yang ketat. Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.  Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.  Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu.  Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
     Menurut Sumarno (1984) pengertian kreativitas dibagi menjadi dua yakni:
a)      Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsur, data, variabel, yang sudah ada sebelumnya.
b)      Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
            Pemikiran kreatif berhubungan secara langsung dengan penambahan nilai, penciptaan nilai, serta penemuan peluang bisnis. Pola pemikiran kreatif juga dibutuhkan untuk menggambarkan keadaan masa depan, di mana seorang wirausaha akan beroperasi, juga akan memberikan gambaran yang tidak dapat dihasilkan oleh eksplorasi terhadap trend masa kini. Dalam mengelola usaha, keberhasilan seorang wirausaha terletak pada sikap dan kemampuan berusaha, serta memiliki semangat kerja yang tinggi. Sedangkan semangat atau etos kerja yang tinggi seorang wirausaha itu terletak pada kreativitas dan rasa percaya pada diri sendiri untuk maju dalam berwirausaha. Seorang wirausaha yang kreatif dapat menciptakan hal-hal yang baru untuk mengembangkan usahanya. Kreativitas dapat menyalurkan inspirasi dan ilham terhadap gagasan-gagasan baru untuk kemajuan dalam bidang usahanya.
Meredith, berpendapat bahwa pola pemikiran yang kreatif merupakan motivator yang sangat besar, karena membuat orang sangat tertarik akan pekerjaanya. Pemikiran kreatif juga memberikan kemungkinan bagi setiap orang untuk mencapai sesuatu tujuan. Seorang wirausaha yang kreatif akan membuat hidup akan lebih menyenangkan, lebih menarik serta akan menyediakan kerangka kerja dan dapat bekerjasama dengan orang lain.
Secara umum cirri – cirri pemikiran kreatif yaitu :
a. sensitif terhadap masalah-masalah,
b. mampu menghasilkan sejumlah ide besar,
c. fleksibel,
d. keaslian,
e. mau mendengarkan perasaan,
f. keterbukaan pada gejala bawah sadar,
g. mempunyai motivasi,
h. bebas dari rasa takut gagal,
i. mampu berkonsentrasi, 
I.   Peranan Kreativitas Dalam Wirausaha
Mayoritas orang mengabaikan kreativitas karena dia tidak mengetahui manfaat kreativitas tersebut. Ada beberapa contoh pentingnya kreativitas yaitu: 
1.      Dalam hidup ini tidak selalu mulus, kita terkadang berbenturan dengan masalah, namun kita harus cepat tanggap seberapa besar kemampuan kita untuk memecahkan masalah tersebut , dengan cara berfikir kreatif untuk mencari ide atau jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut . 
2.      Dalam dunia bisnis persaingan adalah tantangan utama yang harus di hadapi , Untuk menghadapi persaingan dibutuhkan kreatifitas untuk menghasilkan ide - ide dan produk yang unggul dibandingkan pesaing kita . 
3.      Kreativitas dalam mencari solusi, menghasil ide-ide terobosan, dan dalam menjalankan tugas .
4.      Orang kreatif tidak pernah menyerah dan selalu memiliki alternatif ide  untuk masalah - masalahnya .
            Berdasarkan contoh diatas maka dapat diasumsikan bahwa dalam wirausaha sangat diperlukan kreativitas dan inovasi untuk mengembangkan ide-ide baru dalam menentukan cara-cara baru.  Kreativitas dan inovasi berbeda wilayah domain, tetapi memiliki batasan yang tegas. Kreativitas merupakan langkah pertama menuju inovasi  yang terdiri atas berbagai tahap. Kreativitas berkaitan dengan produksi  kebaruan dan ide yang bermanfaat sedangkan inovasi berkaitan dengan produksi  atau adopsi ide yang bermanfaat dan implementasinya.
            Dengan memiliki kreativitas dalam berusaha, maka seorang wirausaha selalu memiliki terobosan baru untuk usahanya dan memilki peluang usaha untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Jika kreativitas dikembangkan maka usaha tersebut akan maju dan terus berkembang sehingga tujuan perusahaan tersebut akan tercapai dengan baik. Tujuan diperlukannya suatu kreativitas adalah memiliki keunggulan dalam suatu produk dibandingkan dengan para pesaing. Jika suat perusahaan tidak memiliki dan mengembangkan suatu kreativitas maka perusahaan tersebut tidak akan dapat berkembang dan akan tertinggal oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Untuk menang dalam persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki kreativitas yang tinggi. Oleh karena itu kreativitas sangat penting untuk dimiliki perusahaan agar dapat berkembang dan maju.
Untuk menjadi kreatif, seseorang tidak dapat melakukannya begitu saja. Ada proses yang harus dilalui. Proses kreativitas melibatkan adanya ide-ide baru, berguna, dan tidak terduga tetapi dapat diimplementasikan. Tahap yang biasa dilalui dalam suatu kreativitas yaitu :
a)      Persiapan (Preparation)
Meletakkan dasar pemikiran, mempelajari latar belakang masalah, seluk beluk dan problematikanya.
b)      Penyelidikan (Investigation)
Melakukan penyelidikan terhadap hal-hal yang akan dikembangkan.
c)      Transformasi (Transformation)
Berkaitan dengan proses konversi/perubahan dari data sumber ke data tujuan.
d)     Penetasan (Incubation)
Mengeluarkan atau mendapatkan ide, gagasan baru, pemecahan masalah, penyelesaian, cara kerja, jawaban baru dan lain-lain.
e)      Penerangan (Illumination)
Memberikan uraian yang jelas pada persoalan yang ada sehingga menjadi semakin terang pokok persolan dan pemecahannya.
f)       Pengujian (Verification)
Melakukan pengujian kecil maupun besar dengan alat bantu uji statistik, matematik, historis, maupun diskriptif.
g)      Implementasi (Implementation)
Mengimplementasikan semua yang telah diperoleh agar semakin menunjukkan hasil yang semakin baik dan sempurna.
Dari beberapa poin di atas tentunya kreativitas itu sangat penting dan modal utama yang harus dimiliki seorang wirausahawan . Karena tanpa kreativitas produk yang dihasilkan akan kalah saing dan tidak mampu bertahan untuk menghadapi persaingan pasar.

J.      Strategi Kewirausahaan

Pada umumnya perusahaan kecil yang berhasil secara berkesinambungan dan dapat bersaing secara unggul memiliki keunggulan dalam bidang teknik, produk yang unik, dan memiliki cakupan distribusi geografis pasar yang terbatas. Ada beberapa keputusan strategis yang diperlukan dalam kondisi pertumbuhan, yaitu:
(1) Perubahan produk barang dan jasa. Hal mi menyangkut pertanyaan: Produk dan jasa baru apa yang diinginkan oleh pelanggan? Apakah perubahan kebutuhan mereka dapat ditentukan?
(2) Strategi yang menyangkut penetrasi pasar, ekspansi pasar, diversifikasi produk dan jasa, integrasi regional, atau ekspansi usaha. Ini menyangkut pertanyaan: Bagaimana pasar dapat dicapai? Bagaimana posisi strategis perusahaan harus diperbaiki? Peluang mana yang akan diambil?
(3) Kemampuan untuk memperoleh modal investasi dalam rangka penelitian dan pengembangan, proses produksi dan penggantian peralatan, dan dalam rangka penambahan sumber daya manusia. Hal mi menyangkut pertanyaan: Berapa modal yang diperlukan untuk investasi tersebut? Dan mana sumbemya?
(4) Analisis sumber daya manusia, sehingga memiliki keterampilan yang unik untuk mengimplementasikan strategi. Pertanyaannya adalah: Bagaimana sumber daya manusia itu akan dikembangkan supaya perusahaan sukses di pasar?
(5) Analisis pesaing baik yang ada maupun yang potensial untuk memantapkan stategi bersaing. Keputusannya harus berdasarkan perilaku, sumber daya, dan komitmen yang dimiliki pesaing di masa lalu. Apakah pesaing akan menanggapi strategi yang kita terapkan? Kemampuan dan perencanaan apa yang dipenlukan untuk mengantisipasi pesaing?
(6) Kemampuan untuk menopang keunggulan strategi perusahaan dan untuk memodifikasi strategi dalam menghadapi perubahan permintaan pelanggan dan perilaku strategi persaingan baru. Apakah perusahaan akan selalu mempertahankan keunggulan strategi tersebut selama-lamanya?
(7) Penentuan harga barang atau jasa untuk jangka pendek dan jangka panjang. Apakah keputusan penentuan harga sudah dibandingkan dengan strategi lain? Apakah analisis elastisitas permintaan untuk setiap pasar sudah dipahami?
(8) Interaksi perusahaan dengan masyarakat luas. Apakah ada aksi strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat?
(9) Pengaruh pertumbuhan perusahaan yang cepat terhadap aliran kas. Apakah pertumbuhan perusahaan menimbulkan masalah likuiditas?
Strategi bagi Pemimpin Pasar (Market Leader)
Apabila perusahaan telah memiliki peluang pasar yang besar seperti pada masa pertumbuhan, maka strateginya:
(1) Bersikap menyerang dan agresif untuk mempertahankan pangsa pasar. Wirausaha harus siap memperbaiki strategi bersaingnya agar tetap dapat mempertahankan reputasi terbaik di mata pelanggan
(2) Bersikap bertahan dan tidak terlalu agresif. Dalam posisi mi, setiap departemen secara efektif menemukan keunggulan bersaing dan secara bertahap dapat membangun hambatan masuk ke segmen pasar yang dipilih untuk bersaing.
(3) Tidak boleh ada anggapan bahwa perusahaan yang berhasil tidak memiliki tantangan. Perusahaan yang pasif mempertahankan pasamya akan selalu mengundang pesaing untuk memasuki pasar. Kegagalan dalam mempertahankan strategi akan memperlemah perusahaan dalam menanggapi serangan dan pesaing. Bila demikian maka, pesaing akan menjadi pemimpin pasar (market leader) yang baru.
Strategi bagi Bukan Pemimpin Pasar
Perusahaan yang memasuki tahap pertumbuhan yang memiliki posisi kuat (bukan mar­ket leader) di pasar, memiliki strategi tertentu. Akan tetapi strategi mi bukan untuk bersaing dengan market leader. Strategi mi dilakukan dengan cara:
(1) Secara agresif menggunakan kompetensi terbaiknya untuk meraih peluang pasar sehingga tidak tertandingi oleh pesaing. Wirausaha harus memposisikan dirinya dalam segmen pasar kecil sebagai pemain yang paling dominan. Wirausaha membangun dan mempertahankan hubungan secara terbuka dengan para pelanggannya. Dalam ha! i, wirausaha jarang mengabaikan peluang dan selalu memperkuat hubungan melalui pelayanan yang istimewa dan atas kebutuhan pelanggan.
(2) Mengembangkan strategi sebagaifollower leader. Dalam kondisi ekonomi yang baik, perusahaan yang mengikuti strategi mi bisa berhasil. Ancaman untuk strategi mi adalahjika pelanggan tidak lagi memandang perusahaan pemasok sebagai pilihan pertama. Selain itu, pasar dengan produk danjasa sejenis (undifferentiated), bukanlah pasar yang menarik untuk persaingan.
Strategi yang Lain
Banyak strategi yang dilakukan wirausaha pada tahap pertumbuhan, di antaranya:
(1) Pertahanan bersaing. Agar tetap dapat bersamg, maka pengembangan produk dan perluasan pelayanan perusahaan harus selalu dinamis dan memposisikan perusahaan dalam keadaan kritis.
Perusahaan harus selalu inovatif dan memperbaiki keberhasilannya di masa lalu atau memperbaiki produk yang pertama kali dihasilkannya, sebab jika tidak akan ditinggalkan oleh pasar.
(2) Mencoba untuk produk yang menjadi “pemukul besar (big hitter)”, dan tidak berkonsentrasi pada perbaikan keberhasilan produk yang sudah ada. Keberhasilan perusahaan seperti 3M (Man, Material, Market) tetap mendominasi posisi pasar melalui pengenalan produk baru secara berkesinambungan.
(3) Mengambil langkah positif dan proaktif untuk menguasai manajer kunci dan ahli teknik profesional yang selalu diikutsertakan dalam pembentukan keberhasilan perusahaan. Sangatlah tidak mudah untuk menempatkan kembali kemampuan in­dividual yang cakap. Oleh sebab itu, kehilangan seseorang yang cakap dan dianggap kunci dapat menghancurkan keunggulan perusahaan dalam persaingan.
J.      Jenis Jenis Wirausaha
     Wirausaha dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu founders, general managers dan franchisee.
a)      Founders (pendiri perusahaan)---Seorang Founders sering dianggap sebagai wirausaha murni, karena mereka secara nyata melakukan survei pasar, mencari dana, dan fasilitas yang diperlukan. Founders yaitu seorang investor yang memulai bisnis berdasarkan penemuan barang atau jasa baru atau yang sudah diimprovisasi. Atau dapat juga seseorang yang mengembangkan ide orang lain dalam memulai usahanya.
b)      General Managers—yaitu seseorang yang mengepalai operasional perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.
c)      Franchisee---yaitu seorang wirausaha yang kekuasaannya dibatasi oleh hubungan kontrak kerja dengan organisasi pemberi franchise atau franchisor. Tingkatan dalam sistem franchise terdiri atas tiga bentuk. Pertama produsen (franchisor) memberikan franchise kepada penjual. Sistem ini umumnya digunakan di dalam industri minuman dingin. Tipe kedua penjualnya adalah franchisor, contohnya pada supermarket. Tipe ketiga, franchisor sebagai pencipta atau produsen, sedangkan franchise adalah pendiri retail seperti restoran cepat saji.
     Ada dua pola wirausaha yang disarankan oleh Norman R.Smith dalam Longenecker (2001), yaitu wirausaha artisan dan oportunistis. Wirausaha Artisan adalah seseorang yang memulai bisnisnya dengan keahlian teknis sebagai modal utama dan sedikit pengetahuan bisnis. Karakteristik dari seorang wirausaha artisan antara lain:
·         Bersikap kekeluargaan, mereka memimpin bisnisnya seperti memimpin keluarganya
·         Enggan mendelegasikan wewenang
·         Menggunakan sedikit (satu atau dua) sumber modal dalam mendirikan perusahaannya
·         Membatasi strategi pemasaran pada komponen harga secara tradisional, kualitas dan reputasi perusahaan
·         Usaha penjualannya dilakukan secara tradisional
·         Orientasi waktu mereka singkat dengan sedikit perencanaan untuk pertumbuhan atau perubahan di masa mendatang
            Sedangkan Wirausaha Oportunistis yaitu seseorang yang memulai suatu bisnisnya dengan keahlian manajemen yang rumit dan pengetahuan teknis.
            Bagaimana caranya memulai suatu usaha? Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan seseorang bila ingin memulai sebuah bisnisnya sendiri, yaitu: fokus pada apa yang akan dilakukan, melakukan business plan, menciptakan image yang jelas atas produk yang dihasilkan, melakukan survei atas kebutuhan dan permintaan pasar, melindungi hak cipta, berpikir positif tentang bisnisnya, berpikir terbuka atas ide-ide baru, menciptakan strategi pemasaran yang tepat, menentukan harga yang tepat, merencanakan masa depan perusahaan dengan jelas.


K.    Berwirausaha Home Industri.

Home berarti rumah, tempat tinggal, ataupun kampung halaman. Sedang Industry, dapat diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang dan ataupun perusahaan. Singkatnya, Home Industry (atau biasanya ditulis/dieja dengan “Home Industri“) adalah rumah usaha produk barang atau juga perusahaan kecil. Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini dipusatkan di rumah.

Pada umumnya, pelaku kegiatan ekonomi yang berbasis di rumah ini adalah keluarga itu sendiri ataupun salah satu dari anggota keluarga yang berdomisili di tempat tinggalnya itu dengan mengajak beberapa orang di sekitarnya sebagai karyawannya. Meskipun dalam skala yang tidak terlalu besar, namun kegiatan ekonomi ini secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan untuk sanak saudara ataupun tetangga di kampung halamannya. Dengan begitu, usaha perusahaan kecil ini otomatis dapat membantu program pemerintah dalam upaya mengurangi angka pengangguran. Lagi, jumlah penduduk miskinpun akan berangsur

Berikut beberapa keuntungan dan kerugian dalam menjalankan Home industri :
Keuntungan :
  1. Biaya pendirian akan lebih kecil.
  2. Menjalankan usaha akan lebih rendah karena akan menggunakan ruang dan barang-barang sendiri.
  3. Jarak bepergian akan lebih pendek.
  4. Jika aspek lokasi tidak penting anda bisa tinggal dimana saja dan tetap menjalankan usaha.
  5. Anda memiliki waktu yang lebih fleksibel dalam penjadwalan, jika bisnis anda bisa dilakukan ditemapat yang nyaman atau pada waktu di luar jam kerja umumnya.
Kerugian :
1.      Di sisi lain, anda akan menghadapi gangguan dengan banyak selaan dari anggota keluarga, tetangga, salesmen, dll.
2.      Anda akan mempunyai masalah dalam menarik pegawai yang berpengalaman.
3.      Anda memiliki keterbatasan berhubungan dengan supplier.
4.      Anda memiliki sebuah masalah citra.
5.      Anda akan memiliki keterbatasan ruang jika anda berkembang.

Minggu, 21 Juli 2013

STAI AN-NADWAH KUALA TUNGKAL

 
Sejarah Singkat

Sekolah Tinggi Agama Islam An-Nadwah Kuala Tungkal didirikan atas prakarsa Majlis Ulama Indonesia (MUI) Tingkat II Tanjung Jabung (pada waktu itu sebelum pemecahan Kabupaten Tanjung Jabung, menjadi Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur) yang dituangkan dalam Rakerda II MUI tanggal 12 Januari 1984, memutuskan untuk mendirikan sebuah Perguruan Tinggi berupa Fakultas dengan nama Fakultas Ushuluddin yang berfiliasi pada IAIN.STS.Jambi, putusan itu dituangkan dalam Surat penunjukan No.06/MUI/TJ/1984 Tanggal 1 Juni 1984 dengan menunjuk 9 (sembilan) orang tokoh masyarakat untuk mendirikan sebuah yayasan yang berkewajiban menangani pendirian Perguruan Tinggi di Kabupaten Tanjung Jabung.
Tokoh-tokoh masyarakat yang ditunjuk sebagai pendiri Yayasan Pendidikan dan Amal Sosial An-Nadwah, sbb :

No N a m a J a b a t a n
01 02
03
04
05
06
07
08
09
Drs. M. Isdris Saleh R. Achmad Legiran
K.H. Abd. Halim Kasim, SH
K.H. M. Said Magwie, BA
M. Thamsir Busra, SH
M. Chaidir Alva Idris
H.M. Yunus Qadir, BA
H. Kasthalani Ali
K.H. Fuad Damhuzi, BA
Kakandepag Tanjab Kepala Syahbandar Tanjab
Kakandeppen Tanjab
Ketua Pengadilan Agama Tjb
Kabag Pembangunan
Pemda Tanjab
Kepala Ktr Kehutanan Tanjab
Kasi perg. Agama Islam Kandepag
Kasi Urusan Haji Kandepag

Mengingat Pengurus Yayasan Pendidikan Amal Sosial (YPAS) An-Nadwah Kuala Tungkal sebagian anggotanya ada yang meninggal dan berada diluar kota kuala tungkal, maka Pengurus Yayasan (YPAS) An-Nadwah Kuala Tungkal direvisi dan berdasarkan keputusan formatur Pendidikan Yayasan Pendidikan dan Amal Sosial (YPAS) An-Nadwah Kuala Tungkal Nomor 151/Kep-YPAS/2007. tanggal 31 Januari 2007 ditetapkan Pengurus Yayasan (YPAS) An-Nadwah Kuala Tungkal.
Mengingat pentingnya arti keberadaan suatu Pengurusan Tinggi di Daerah yang sedang berkembang maka Pemda Tk.II Tanjung Jabung melalui No.420/2202 tanggal 19 Agustus 1986, meminta rekomendasi ke Kopertais wilayah III di Padang Sumatera Barat, guna memberikan status terdaftar bagi Fakultas Ushuluddin YPAS An-Nadwah Kuala Tungkal. IAIN STS Jambi yang selama ini menjadi pengawas dan pembimbing FU YPAS An-Nadwah telah melakukan pemantauan dan peninjauan terhadap perkembangannya di Kuala Tungkal. Dari hasil evaluasi tersebut IAIA STS Jambi memintakan rekomendasi untuk status terdaftar bagi FU YPAS An-Nadwah Kuala Tungkal. Pada tanggal 01 September 1986 Kopertais wilayah II Padang (sebelum perubahan wilayah VI di Padang) menerbitkan izin operasional bagi FU YPAS An-Nadwah Kuala Tungkal dengan surat No.173/Kop.VI.OP.I/86.
Karena sebutan nama Fakultas yang adalah merupakan salah satu bagian dari unsur dari Institu/Universitas dianggap tidak relevan, maka berdasarkan Keputusan YPAS An-Nadwah Kuala Tungkal No.11 tahun 1987 telah mengubah nama fakultas Ushuluddin menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin An-nadwah Kuala Tungkal dengan jurusan Dakwah.
Dalam perkembangan selanjutnya sesuai dengan kebijakan Pemerintah tentang pembaharuan, penyempurnaan dan pengembangan system penyelenggaraan Pendidikan Tinggi secara Nasional, maka STIU secara bertahap menyesuaikan diri yaitu dengan mengubah program pendidikannya dari Program Sarjana Muda kepada jalur Program Sarjana strata satu (S.1). untuk jalur program S.1 ini STIU telah pula memperoleh status terdaftar berdasarkan SK Menteri Agama RI No. 58 tahun 1989 tanggal 11 Maret 1989, dan diperpanjang dengan SK Menag RI No. 359 tahun 1994, tanggal 26 September 1994.
Perubahan-perubahan untuk kemajuan terus dilalui untuk terus meningkatkan status Perguruan Tinggi yang sampai saat ini satu-satunya yang dimiliki oleh Tanjung Jabung Barat. Selanjutnya pada tanggal 29 April tahun 1996 mellaui Keputusan Menteri Agama RI No.171 tahun 1996 diterbitkan Surat Keputusan tentang Perubahan nama Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) An-Nadwah Kuala Tungkal menjadi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), dan pemberian Status Terdaftar Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam An-Nadwah Kuala Tungkal. Dalam perkembangannya, STAI An Nadwah Kuala Tungkal berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Departemen Agama Nomor Dj.I/34/2008 tanggal 30 Januari 2008 memperoleh perpanjangan izin penyelenggaraan program studi jenjang strata 1 untuk Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Untuk kegiatan operasional STAI An-Nadwah Kuala Tungkal sejak berdirinya Tahun 1984 berada dibawah Koordinasi dan pengawasan Kopertais sebagai berikut :
  1. 1984 – 1989 Kopertais wilayah VI Sumbar Riau dan Jambi
  2. 1989 – 2008 Kopertais wilayah VII Sumbagsel
  3. Tanggal 8 – 4 – 2008  Kopertais diserahkan ke kopertais  wilayah XIII Jambi.
Sejak berdirinya tahun 1984 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) An-Nadwah Kuala Tungkal telah mengalami 2 (dua) kali penggantian pimpinan, yaitu :
  1. K.H. Gumri Abdullah tahun 1984 – 1986
  2. K.H. Abd. Halim Kasim, SH, tahun 1987 s.d sekarang

Kamis, 18 Juli 2013

MAKALAH TEKNIK PENULISAN SIKRIPSI



MAKALAH
TEKNIK PENULISAN SIKRIPSI
(Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah  Teknik Penulisan Sikripsi)


DOSEN  :  Drs. H. Syamsuddin Abdullah









DISUSUN OLEH :
1.    Muhammad rudini (10.42.495)

  JURUSAN  KPI - B
   SEMESTER  VI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AN-NADWAH KUALA TUNGKAL



TAHUN 2013

KATA  PENGANTAR


            Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya serta keselamatan dilimpahkan kepada kita semua, Shalawat serta salam kita ucapkan kepada Putra Abdullah Belahan jantung Siti Aminah yaitu Nabi Muhammad SAW.
            Karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya jualah penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan judul “TEKNIK PENULISAN SIKRIPSI” yang sebagaimana telah diberikan tugas oleh bapak Dosen mata kuliah teknik penulisan sikripsi. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita.
            Penulis juga menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan sudi kiranya bapak dosen menerima makalah kami ini sebagai tambahan nilai kami dalam mata kuliah teknik penulisan sikripsi.
            Demikianlah, semoga segala amal dan usaha yang kita lakukan diridhoi oleh Allah SWT.
            Aamiin, amiin, yarabbal ‘alamin…….


                                                                        Kuala Tungkal 17 , Juli, 2013
                                                                                            Penulis








DAFTAR  ISI


                                                                                                  Halaman
HALAMAN JUDUL    ..............................................................................      i
KATA PENGANTAR  ..............................................................................      ii
DAFTAR ISI     ..........................................................................................      iii

BAB             I        PENDAHULUAN 
                              A.     Latar Belakang  ....................................................      1
                              B.     Tujuan Penulisan  .................................................      1
                              C.     Metode Penulisan .................................................     2
                              D.     Manfaat Penulisan  ...............................................     2
                              E.      Rumusan Masalah ................................................      2

BAB             II      PEMBAHASAN
A.          Cara Membuat Skripsi  Masalah ...........................     3
B.           Cara Penyusunan Skripsi Masalah ........................     3
C.           Langkah pembuatan Skripsi Masalah ....................    4

BAB             III     PENUTUP 
                              A.     Kesimpulan  .........................................................      9
                              B.     Saran  ...................................................................      9

DAFTAR PUSTAKA                                                                                       10

                      


BAB  I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

            Skripsi adalah karya llmiah yang mengikuti prosedur karya ilmiah, yang disusun oleh mahasiswa srtata satu (S1) sebagai cikal bakal sarjana. Kajian dan uraian skrispsi lebih mendalam dan bersifat interpretatif ketimbang karya ilmiah lain, seperti makalah, sebab merupakan aplikasi disiplin ilmu yang dikembangkan sehingga menjadi profesi. Maksud penulisan skripsi adalah melatih mahasiswa berpikir sistematis dan logis serta menuangkan ide-ide atau gagasan dengan metode ilmiah dalam bentuk tulisan. Skripsi merupakan hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa dengan menggunakan prinsip-prinsip dan metode berpikir ilmiah, seperti: objektif, empiris, logis, analitis, komprehensif,  verifikatif, dan sistematis.
Skripsi harus ditulis dengan menggunakan gaya bahasa ilmiah, bukan gaya lisan (pidato) dan gaya bahasa sastra. Skripsi dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, dan Arab atau Inggris. Untuk jurusan pendidikan bahasa Arab dan Inggris skripsi harus ditulis dalam bahasa Arab dan Inggris.

B. TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan makalah ini adalah
a.       untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Drs. H. Syamsuddin Abdullah yang merupakan dosen pembimbing mata kuliah TEKNIK PENULISAN SIKRIPSI.
b.      Dengan adanya makalah ini di harapkan menjadi masukan dan tambahan ilmu pengetahuan kepada para pembaca khususnya pada rekan STAI AN-NADWAH serta pada generasi penerus bangsa ini.


C. METODE PENULISAN

Metode penulisan makalah ini menggunakan metode Download yaitu penulis mengambil materi dari Download di Internet.

D. MANFAAT PENULISAN

Penulis berharap penyusunan makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

E.   RUMUSAN MASALAH                                               
         Sesuai dengan latar belakang masalah sebagai mana yang telah kami tulis diatas maka maka perlu di susun suatu perumusan masalah , hal ini di maksudkan untuk tidak terjadinya kesalah fahaman dan penafsiran antara penenulis dengan pembaca. Dengan demikian maka perumusan masalah dalam makalah ini , penulis akan berpijak pada masalah yang telah di uraikan di muka . Adapun perumusan masalah yang di jadikan ukuran dalam makalah ini sebagai berikut,:
C.     Langkah pembuatan Skripsi.



                                                                                                                       

     

BAB  II
PEMBAHASAN
  1. Menentukan sebuah tema yang natinya sesuai dengan isi, Judul tema sebaiknya dibuat dengan menggunakan kalimat yang singkat, padat dan jelas yang membuat banyak orang merasa tertarik untuk membaca isi skripsi atau karya tulis tersebut 
  2. Menentukan sebuah susunan kerangka skripsi, karena dengan membuat kerangka skripsi diharapkan akan membantu untuk mengacu berkonsentrasi pada susunan kerangka skripsi dan tidak keluar dari jalur judul skripsi yang telah ditentukan sebelumnya diatas
  3. Melakukan analisi fakta dan pembahasan data survey yang diperoleh dengan tidak melupakan pandangan terhadap judul yang sedang dibuat dengan memberikan kesan yang baik
  4. Membuat kesimpulan dan saran pada bagian penutup skripsi dengan hasil akhir dari sebuah tulisan dan survey data yang memberikan suatu kesan yang terbaik dan seimbang
  1. Halaman sampul skripsi
  2. Halaman pengesahan skripsi
  3. Halaman pernyataan penelitian skripsi
  4. Halaman persetujuan skripsi
  5. Kata pengantar skripsi
  6. Abstrak ( penjelasan singkat keseluruhan informasi skripsi )
  7. Daftar isi dan daftar tabel, gambar, lampiran, lambang, singkatan, istilah
  8. Bagian inti meliputi latar belakang, identifikasi masalah, rumusan Masalah
  9. Tujuan dan manfaat penelitian skripsi secara umum dan khusus
  10. Kerangka konsep dan hipotesis skripsi
  11. Metode penelitian skripsi
  12. Hasil penelitian skripsi
  13. Pembahasan skripsi
  14. Kesimpulan dan saran skripsi
  15. Daftar pustaka skripsi
  16. Lampiran skripsi.

C.   Langkah pembuatan Skripsi

  1. Pengajuan.Judul
                Dalam hal ini tentu akan diberitahu terlebih dahulu oleh Dosen dari kampus masing-masing.  Biasanya setelah mahasiswa mengambil mata kuliah Metode Penelitian sebagai syarat untuk membuat skripsi tersebut.  Lalu bagaimana cara memilih judul yang tepat? Sebelum judul ditentukan, maka lebih dahulu harus ada masalah atau permasalahan di dalam perusahaan yang akan kita teliti.  Kalau tidak ada masalah, jangan dipaksakan cari-cari masalah, karena kita sendiri nanti yang bermasalah.  Karena itu biasanya saran dari Dosen carilah perusahaan yang berumur lebih dari 5 tahun dan merupakan perusahaan menengah ke atas. Karena umumnya perusahaan tersebut sudah banyak divisi dan sudah banyak permasalahan yang timbul.  Masalah yang sudah ada hubungkan dengan background / jurusan yang kita ambil. Kemudian, biasanya pihak kampus akan mempersilahkan mahasiswa untuk melihat contoh-contoh skripsi tahun lalu sebagai gambaran bagaimana bentuk dan isi sebuah skripsi.  Bisa juga anda cari-cari bahan dari internet yang sudah banyak bertebaran saat ini.
  2. Proposal
                Pengajuan judul ada yang menggunakan blanko khusus dan ada juga yang tidak.  Itu tergantung dari kebijakan kampus masing-masing, tetapi umumnya menggunakan formulir pengajuan judul yang diajukan ke bagian Dosen yang ditetapkan oleh Kampus; Ketua Prodi, Pembantu Rektor, dan lain-lain.  Nah, setelah judul disetujui, maka anda akan di berikan waktu untuk membuat proposal lebih dahulu yang berisikan : Latar Belakang Masalah, Alasan pemilihan judul, Teori Pendukung, Data-data Perusahaan, dan lain-lain yang ditentukan oleh Dosen Pembimbing. Setelah semua dibuat dan diajukan, maka dilanjutkan Ujian Proposal yang tujuan Ujian Proposal ini adalah "Untuk mempertahankan judul Skripsi yang kita ambil".

Penulisan Proposal Penelitian Skripsi Contoh Penulisan

Mahasiswa jenjang S-1 wajib melaksanakan seminar Rancangan Penelitian yang ditulis dalam bentuk Proposal Penelitian Karya Ilmiah. Bagian skripsi yang akan diseminarkan terdiri dari Bab I sampai dengan Bab III disertai beberapa lampiran berupa :
1.      Matrik pembangunan instrumen penelitian
2.      Instrumen penelitian
3.      Daftar pustaka
            Untuk Sistematika penulisan Proposal Penelitian ini ditulis sampai dengan Bab III yang intinya sampai dengan Bab Metode Penelitian.  Tujuan dari penulisan Proposal Skripsi ini adalah untuk mengeetahui gambaran awal serta merancang tujuan penelitian yang nanti akan kita lakukan sebelum melangkah lebih lanjut.
Setelah itu kita akan dites Ujian Seminar Rancangan penelitian untuk mempresentasikan serta menjelaskan Proposal Skripsi Kita kepada pihak Dosen dan pembimbing.  Apabila sudah di setujui kita bisa langsung melakukan penelitian dan melanjutkan ke bab selanjutnya.
Berikut ini merupakan Format Penulisan Proposal Skripsi berdasarkan Pendekatan Kuantitatif dan Metode Kualitatif serta perbedaan nya :
A. Pendekatan Kuantitatif  :
a. Bagian Awal
·   1. Lembar Judul
·   2. Lembar pertanyaan
·   3. Lembar pengesahan ketua STAI An nadwah
·   4. Lembar persetujuan pembimbing
·   5. Lembar pengesahan tim penguji
·   6. Kata pengantaran
·   7. Abstrak
·   8. Daftar isi
·   9. Daftar tabel
·   10. Daftar gambar
·   11. Daftar lampiran

b. Bagian isi :
1. Bab I Permasalahan Penelitian
·   a. Latar Belakang Penelitian
·   b. Pokok Permasalahan
·   c. Tujuan dan manfaat penelitian
2. Bab II Kerangka Teori
·   a. Tinjauan teori dan konsep kunci
·   b. Definisi operasional variabel dan indikator-indikatornya
·   c. Model penelitian
·   d. Pertanyaan penelitian dan/ atau hipotesis
3. Bab III Metedologi Penelitian
·   a. Metode Penelitian
·   b. Populasi, sampel, dan teknik sampling
·   c. Teknik pengumpulan data
·   d. Instrumen penelitian
·   e. Teknik pengolahan data dan analisis data.

A. Pendekatan Kualitatif  :
a. Bagian Awal
·   1. Lembar Judul
·   2. Lembar pertanyaan
·   3. Lembar pengesahan ketua STIA LAN Bandung
·   4. Lembar persetujuan pembimbing
·   5. Lembar pengesahan tim penguji
·   6. Kata pengantaran
·   7. Abstrak
·   8. Daftar isi
·   9. Daftar tabel
·   10. Daftar gambar
·   11. Daftar lampiran
b.Bagian isi :
1. Bab I Permasalahan penelitian
·   a. Latar belakang permasalahan
·   b. Fokus Permasalahan
·   c. Tujuan dan Manfaat penelitian
2. Bab II Kerangka Teori
·   a. Tinjauan teori dan konsep kunci
·   b. Model Berpikir
·   c. Pertanyaan penelitian
3. Bab III Metodologi Penelitian
·   a. Metode Penelitian
·   b. Teknik Pengumpulan Data
·   c. Prosedur Pengolahan
  1. Skripsi
                Setelah Ujian Proposal lulus, maka waktunya sekarang untuk melalang buana ke sana kemari untuk membuat skripsi.  Baik itu ke perusahaan cari data dan kuisioner, wawancara maupun buku-buku pustaka dan bisa juga cari lewat dunia maya.  Pokoknya saatnya untuk mengerahkan segala energi dan daya upaya mengumpulkan data tersebut menjadi sebuah karya tulisan. Dalam hal ini kemampuan dan skill sangat mendukung.  Skil dan sarana juga sangat mempengaruhi, karena itu banyak mahasiswa yang langsung beli Laptop saat akan membuat skripsi.  Bagi mereka yang mahir dalam mengetik tentu tidak mengalami kesulitan, tetapi bagi mereka yang agak kesulitan dalam menggunakan aplikasi pengolah kata akan memerlukan waktu yang agak lama.  Ada juga yang diupahkan kepada orang lain.  Karena itu saat-saat membuat skripsi diperlukan dana yang lebih dari biasanya.  Setelah Skripsi tersebut disetujui dan di disyahkan oleh pembimbing, maka saatnya anda bisa bernapas lega tapi ada satu lagi yang perlu dilakukan yaitu Ujian Skripsi / Kompre.  Ujian ini merupakan pertanggungjawaban dari skripsi yang kita buat.  Karena itu skripsi memang harus dibuat sendiri oleh mahasiswa.  Skripsi yang dibuatkan oleh orang lain biasanya mahasiswa kurang menguasai isi dari skripsi tersebut sehingga saat ujian Skripsi banyak yang mengalami kegagalan. Setelah sukses mengikuti ujian Skripsi anda bisa bernapas lebar, dengan menyandang gelar baru dan siap terjuan ke tengah-tengah masyarakat mengaplikasikan ilmu dan skil yang kita dapatkan selama menjadi mahasiswa.




BAB III
PENUTUP

B. KESIMPULAN
Skripsi dapat diartikan sebagai karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan jumlah sks yang disyaratkan, dengan dibimbing oleh dosen pembimbing, sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar pendidiksan S1 (Sarjana).
Tujuan dalam penulisan skripsi adalah memberikan pemahaman terhadap mahasiswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

A.    SARAN – SARAN

Mungkin inilah yang dapat diwacanakan oleh penulisan makalah ini meskipun penulisan ini jauh dari sempurna minimal kami mengimplementasikan tulisan ini. Masih banyak kesalahan dari penulisan kami, karna kami manusia yang adalah tempat salah dan dosa: dalam hadits “al insanu minal khotto’ wannisa’, dan kami juga butuh saran/ kritikan agar bisa menjadi motivasi untuk masa depan yang lebih baik daripada masa sebelumnya. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dosen pembimbing mata kuliah Teknik Penulisan Sikripsi  Bapak Drs. H. Syamsuddin Abdullah. Yang telah memberi kami tugas demi kebaikan diri kami sendiri.

DAFTAR  PUSTAKA
  1. Download internet Muhammad Rudini http://makalahqq. blogspot.com /2013/03/buku-panduan-skripsi-iain-sts-jambi.html  tanggal Download 18/07/2013. 21:20
  2. Download internet Muhammad Rudini http://www.alimadura.com /2013/05/cara-membuat-skripsi-yang-baik-dan-benar.html
  3. Download internet http://www.kolombloggratis .org/2013/05/cara-membuat-skripsi. Html Jekson Tumanggor
  4. Download internet http://ucupbudug.wordpress.com/2012/04/01/tips-cara-menulis-menyusun-skripsi-cepat-dan-baik/
  5. Download internet http://jasaservicekomputer .wordpress.com/2013/03/31/ cara-membuat-skripsi-yang-benar/ March 31, 2013 nailahsyifa